Kewalahan Hadapi Iran, Pentagon akan Alihkan Senjata dari Ukraina ke Timur Tengah

3 hours ago 4

loading...

Persenjataan AS terus dikirim ke Timur Tengah di tengah perang melawan Iran. Foto/anadolu

WASHINGTON - Departemen Perang Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan pengalihan senjata yang ditujukan untuk Ukraina ke Timur Tengah karena konflik yang sedang berlangsung dengan Iran dengan cepat menghabiskan cadangan amunisi penting. Kabar itu dilaporkan The Washington Post pada hari Kamis mengutip tiga sumber.

Keputusan tersebut belum dibuat, kata laporan itu, tetapi jika dikonfirmasi, itu bisa berarti transfer rudal pencegat pertahanan udara yang dipesan oleh negara-negara NATO di bawah inisiatif Daftar Persyaratan Prioritas Ukraina (PURL).

"[Departemen Perang akan] memastikan pasukan AS dan pasukan sekutu serta mitra kami memiliki apa yang mereka butuhkan untuk berperang dan menang," kata departemen tersebut, seperti yang dikutip oleh laporan itu, menambahkan komentar lain tentang masalah ini tidak diberikan.

Orang-orang Eropa juga semakin khawatir tentang tingkat penipisan amunisi militer AS di tengah operasi yang sedang berlangsung melawan Iran, kata laporan itu, mengutip diplomat Eropa.

Salah satu individu mengatakan situasi tersebut menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana Washington akan dapat terus mengirimkan amunisi di bawah inisiatif PURL.

Selain itu, meskipun pengiriman amunisi ke Ukraina kemungkinan akan berlanjut, pengiriman di masa mendatang mungkin kekurangan kemampuan pertahanan, kata laporan itu mengutip orang-orang yang mengetahui perhitungan internal Pentagon.

Sebelumnya pada bulan Maret, CBS News melaporkan Washington gagal mengisi kembali stok pertahanan udara sekutunya di Teluk Persia tepat waktu di tengah kampanye pemboman terhadap Iran dan serangan balasan Iran di seluruh wilayah tersebut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |