loading...
Komisi IX DPR melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik pengungsian dan fasilitas kesehatan (faskes) terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Foto: Istimewa
NTT - Komisi IX DPR melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik pengungsian dan fasilitas kesehatan (faskes) terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 21-22 Agustus 2026. Kegiatan kunjungan kerja (kunker) sekaligus penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bencana gempa bumi ini difokuskan di Rumah Sakit Lapangan Ruteng di Kabupaten Manggarai.
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Golkar Ravindra Airlangga mengungkapkan bahwa pihaknya berusaha memastikan penanganan medis di wilayah terdampak gempa bumi bisa berjalan optimal. Sebab, kondisi terkini RSUD Ruteng mengalami kerusakan fisik hingga 75% akibat gempa bumi.
Selain itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemerintah provinsi NTT, sebanyak 166 puskesmas terdampak gempa dengan 46 puskesmas kondisi rusak berat. Di sisi lain, Tim Kementerian Pekerjaan Umum juga mengidentifikasi 12 rumah sakit terdampak telah diidentifikasi mengalami rusak berat.
Baca juga: BNPB Sebut 135 Orang Meninggal Akibat Gempa di NTT
"Komisi IX berupaya untuk memastikan penanganan medis oleh tim Kemenkes RI dan rencana pemulihan fasilitas kesehatan penyangga dapat berjalan optimal," kata Ravindra kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Politikus muda Partai Golkar ini menambahkan, Komisi IX yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial ini juga mengunjungi sejumlah posko dalam rangka mendapatkan informasi dan saran, sekaligus menyalurkan bahan pangan. Ravindra berharap, apa yang dilakukan jajaran Komisi IX bisa meringankan beban masyarakat terdampak.


















































