Krisis BBM Hantam Eropa, Negara Ini Bakal Batasi Pembelian Orang Asing dan Terapkan Harga Ganda

1 hour ago 4

loading...

Salah satu negara Uni Eropa tengah mempertimbangkan langkah ekstrem untuk membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bagi warga asing, imbas serangan AS-Israel terhadap Iran. Foto/Dok

JAKARTA - Pemerintah Slovakia tengah mempertimbangkan langkah ekstrem untuk membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bagi warga asing. Langkah ini diambil setelah gelombang "wisata bensin" (fuel tourism) menyebabkan banyak stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di wilayah perbatasan benar-benar kering kerontang.

Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico menyatakan, bahwa situasi energi saat ini sudah masuk dalam tahap kritis. Hal ini dipicu oleh terjepitnya pasar minyak global akibat perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran serta berhentinya aliran minyak Rusia melalui pipa Druzhba.

Baca Juga: Perang AS-Iran Bikin Susah Banyak Negara, 100.000 Pekerja di Inggris Terancam PHK

Berdasarkan laporan media lokal, pemerintah Slovakia berencana menerapkan sistem dua harga. Skema ini akan memberikan harga diesel yang lebih murah bagi warga pemegang dokumen kendaraan Slovakia, sedangkan pengemudi asing akan dikenakan tarif yang jauh lebih tinggi.

“Pengemudi dari wilayah perbatasan (Polandia dan Austria) telah membuat SPBU kita benar-benar kering,” tegas Fico.

Selain harga ganda, pemerintah juga berencana membatasi jumlah liter BBM yang boleh dibeli oleh kendaraan asing guna mencegah ekspor informal. Slovakia, melalui kilang Slovnaft (bagian dari MOL Group Hungaria), melaporkan adanya kekurangan pasokan sebesar 20% di pasar global.

Ada dua faktor utama yang dituding sebagai biang keladi yakni memanasnya konflik timur tengah. Perang yang melibatkan AS-Israel melawan Iran telah memicu penutupan Selat Hormuz. Jalur air ini sangat vital karena menangani 20% pasokan minyak mentah dunia lewat laut.

Read Entire Article
Prestasi | | | |