Krisis Ceuta Picu Spekulasi Peran Israel dalam Menekan Spanyol

5 hours ago 11

loading...

Ratusan migran berenang dari Maroko ke kota Ceuta di Spanyol, Afrika Utara, sementara jumlah kedatangan telah melampaui 1.500 orang hanya dalam waktu lebih dari seminggu, menurut berita lokal, di Ceuta, Spanyol pada 31 Juli 2026. Foto/Marcos Moreno/Anadol

CEUTA - Keadaan darurat di wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, telah memicu perdebatan daring yang intens tentang kemungkinan peran Israel dalam upaya menghukum Madrid atas dukungannya yang terang-terangan terhadap Palestina. Spekulasi tersebut semakin intensif setelah pengguna media sosial memunculkan kembali artikel yang diterbitkan awal tahun ini oleh analis pro-Israel.

Analis pro-Israel itu berpendapat Israel dan Amerika Serikat harus membantu Maroko atas klaimnya terhadap Ceuta dan Melilla sebagai cara untuk menekan Spanyol.

Sumber-sumber Israel mengungkapkan pada bulan Maret, Michael Rubin, peneliti senior di American Enterprise Institute, menyerukan Maroko untuk mengorganisir "Pawai Hijau" baru ke wilayah kantong Spanyol.

Menulis untuk Middle East Forum yang berbasis di AS, Rubin menyarankan agar warga Maroko mendekati Ceuta dan Melilla dengan buldoser, menyeberang ke wilayah tersebut tanpa senjata, dan mengibarkan bendera Maroko.

Ia membingkai proposal tersebut sebagai tanggapan terhadap apa yang ia gambarkan sebagai kemunafikan anti-kolonial Spanyol.

Satu artikel terpisah yang diterbitkan oleh media Israel Ynet pada bulan April merekomendasikan agar Israel dapat menggunakan pengaruhnya di Washington untuk membantu Maroko "merebut kembali" Ceuta dan Melilla.

Penulisnya, Amine Ayoub, peneliti di Middle East Forum, menyajikan dukungan untuk klaim teritorial Rabat sebagai cara untuk menghukum Spanyol karena menantang kebijakan AS dan Israel.

Ayoub mengusulkan tiga cara bagi Israel untuk memberikan tekanan: sinyal diplomatik langsung untuk mendukung Maroko, melobi melalui Washington, dan berulang kali menuduh Spanyol munafik atas pengakuannya terhadap Palestina.

Read Entire Article
Prestasi | | | |