loading...
NU Care-LAZISNU menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. FOTO/IST
ACEH - Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan NU Care-LAZISNU untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui program Solidaritas Ramadan, lembaga filantropi milik Nahdlatul Ulama ini menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan di sembilan kabupaten terdampak bencana di wilayah Jawa dan Sumatra pada 5-13 Maret 2026.
Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah daerah, yakni Aceh Tamiang, Aceh Singkil, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Bireuen di Provinsi Aceh; Tapanuli Selatan di Sumatra Utara; Pasaman Barat; serta Kabupaten Tegal. Di beberapa lokasi, penyaluran bantuan juga dirangkai dengan kegiatan buka puasa bersama dan peringatan Nuzulul Qur’an bersama warga yang masih berjuang bangkit dari bencana banjir, tanah longsor, maupun tanah bergerak.
"Perlengkapan ibadah yang disalurkan antara lain mukena, sarung, dan Al-Qur’an. Bantuan ini diberikan agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih nyaman, termasuk saat melaksanakan salat tarawih," kata Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU, Riri Khariroh, saat mengawal penyaluran bantuan di Aceh Tamiang, Jumat (6/03/2026).
Selain itu, bantuan perlengkapan sekolah juga diberikan kepada anak-anak, seperti tas, buku tulis, alat tulis, dan buku gambar. Santunan tunai turut disalurkan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa. Untuk memperkuat nilai religius sekaligus mendukung pemulihan psikologis warga, relawan NU Peduli juga mengirim para dai ke mushala dan masjid darurat serta mengadakan kegiatan psikososial atau trauma healing bagi para penyintas bencana.
Riri mengatakan sebagian besar masyarakat di wilayah terdampak masih hidup dalam kondisi memprihatinkan. Meski bencana terjadi beberapa bulan lalu, banyak warga yang masih tinggal di tenda pengungsian atau rumah dengan kondisi terbatas.


















































