loading...
Melihat langsung bagaimana Chery menghancurkan mobil senilai ratusan juta rupiah demi memastikan konsumen tetap aman. Foto: Sindonews/Danang Arradian
WUHU - Saya sedang di Wuhu. Di markas Chery. Di sebuah gedung seluas 32.000 meter persegi. Namanya: Crash Test Center. Investasinya tidak main-main: 150 juta Yuan (Rp328 miliar).
Isinya? Alat-alat canggih untuk menghancurkan mobil.
Minggu (26/4) siang, Chery melakukan live crash test. Kecepatannya 50 km/jam. Mobil yang dikorbankan ada 2: Tiggo 9 dan Tiggo 7 Pro bensin.
Tiggo 7 Pro diluncurkan hingga 50 km/jam menabrak Tiggo 9 yang diam. Moncong mobil sama-sama hancur. Ini horror. Tapi, ternyata baik Tiggo 9 dan Tiggo 7 Pro sama-sama lulus. Pilar A dan B tetap tegak. Tidak bengkok.

Kabin tetap utuh. Pintu masih bisa dibuka. Itu kuncinya: kalau terjadi kecelakaan, penumpang harus bisa keluar. Atau dikeluarkan.
Kenapa Chery begitu ambisius? Targetnya jelas: bintang lima. Baik itu ANCAP maupun Euro NCAP.


















































