loading...
Banyak mitos terkait penggunaan mobil listrik yang penting diketahui dan dipahami. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Banyak orang waswas soal baterai mobil listrik. Takut cepat soak. Takut harganya selangit saat harus ganti. Hasil riset Geotab bikin pemilik mobil listrik bisa menarik nafas lega.
Geotab tidak main-main. Mereka menganalisis 22.700 unit kendaraan listrik. Meliputi 21 model yang berbeda. Bukan data simulasi di laboratorium. Ini data asli dari jalan raya.
Hasilnya: baterai mobil listrik modern itu sangat kokoh.
Rata-rata penyusutan kapasitasnya hanya 2,3 persen setahun. Begitulah datanya. Artinya: setelah delapan tahun, sisa napas baterai Anda masih 81,6 persen. Itu sudah lebih dari cukup untuk umur rata-rata kendaraan.
Tapi, ada "tapi"-nya.
1. Musuh utamanya satu: High-power DC fast charging.
Terutama yang di atas 100 kW. Itu seperti memberi "pukulan" keras ke sel baterai. Mobil yang terlalu sering pakai fast charging (lebih dari 12 persen dari total pengisian) susutnya lebih cepat: 2,5 persen setahun. Kalau dayanya di atas 100 kW, angka susutnya naik jadi 3 persen. Bandingkan dengan yang jarang fast charging: hanya susut 1,5 persen.


















































