Muktamar NU Tetapkan Masa Iddah dari Jabatan Politik Calon Ketum PBNU 1 Tahun

2 days ago 22

loading...

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan masa iddah atau jeda bagi calon Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selama satu tahun. Foto/iNews TV/Mukhtar Bagus

JOMBANG - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan masa iddah atau jeda bagi calon Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) selama satu tahun. Ketentuan tersebut disahkan dalam Sidang Pleno IV di Gedung Serba Guna (GSG), Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).

Pimpinan Sidang Pleno IV, KH Cholil Nafis, memutuskan masa iddah bagi para calon Rais Aam dan Ketum PBNU dibatasi selama satu tahun. Mewakili Masyayikh, KH Muhibbul Aman Aly mengatakan keputusan tersebut dikembalikan pada Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang telah berlaku demi menjaga tegaknya aturan organisasi.

Baca juga: 5 Syarat Calon Ketum PBNU di Muktamar NU, Ada Larangan Jabatan Politik

“Keputusannya terkait Iddah itu dikembalikan ke Perkum semula demi tegaknya Jam'iyyah,” katanya sebelum disahkan Kiai Cholil dikutip dari laman resmi NU.

Sebelumnya, ketentuan mengenai masa iddah calon Rais Aam dan Ketum PBNU dalam Perkum Pasal 7 sempat memicu perdebatan dalam Sidang Pleno IV.

Read Entire Article
Prestasi | | | |