loading...
Moldova ingin gabung NATO, tapi mayoritas rakyat menentang. Foto/Moldova Live
CHISINAU - Moldova, salah satu negara pecahan Uni Soviet, bermaksud untuk bergabung dengan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun mayoritas rakyatnya menentang keinginan tersebut.
Menteri Luar Negeri Mihai Popsoi mengakui suara besar penentangan itu sebagai dasar untuk menyatakan bahwa Moldova belum siap bergabung dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat tersebut.
Baca Juga: Drone Rusia Serang Negara NATO Rumania, 2 Jet Tempur F-16 Dikerahkan
Popsoi, sekutu dekat Presiden Maia Sandu yang pro-Barat, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan televisi Vocea Basarabiei, di mana dia ditanya apakah menurutnya republik pecahan Uni Soviet itu harus mencari hubungan yang lebih dekat dengan NATO atau mengejar keanggotaan penuh.
Meskipun Popsoi menyebut dirinya sebagai pendukung tulus segala sesuatu yang berkaitan dengan keamanan Euro-Atlantik, dia mengakui bahwa dukungan publik tidak ada.
“Integrasi ke NATO, seperti halnya ke dalam struktur internasional lainnya, bergantung pada kehendak warga negara kita. Setelah ada dukungan mayoritas yang signifikan untuk bergabung dengan Aliansi Atlantik Utara, ini dapat dipertimbangkan sebagai pilihan yang wajar...Dalam kasus kita, secara historis, karena berbagai alasan, mayoritas yang signifikan ini belum ada,” katanya.


















































