Ngotot Ingin Kuasai Mineral Langka, AS Ancam Tutup Starlink di Ukraina

10 hours ago 3

loading...

Elon Musk terlihat di layar dekat logo Starlink. Foto/anadolu

WASHINGTON - Para pejabat Amerika Serikat (AS) memperingatkan mereka dapat memblokir Ukraina dari penggunaan terminal internet Starlink milik Elon Musk jika Kiev tidak memberikan akses ke cadangan mineral langkanya.

Reuters melaporkan ancaman itu pada hari Sabtu, mengutip tiga orang yang mengetahui masalah tersebut.

Musk, sekutu utama Presiden AS Donald Trump, telah menyumbangkan lebih dari 40.000 terminal internet Starlink sejak tahun 2022, yang telah banyak digunakan pasukan Ukraina di medan perang.

Menurut Reuters, selama pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan utusan Trump, Keith Kellogg, di Kiev pada hari Kamis, Ukraina diberitahu mereka menghadapi "penutupan segera" layanan satelit Starlink jika mereka tidak menandatangani kesepakatan tentang mineral langka dengan AS.

"Ukraina menggunakan Starlink. Mereka menganggapnya sebagai Bintang Utara mereka," ujar seorang sumber kepada Reuters.

Dia menambahkan, kehilangan layanan tersebut "akan menjadi pukulan besar."

Dalam upaya memastikan bantuan militer lebih lanjut dari AS, Zelensky telah mengajukan Trump kemitraan istimewa dalam mengembangkan sumber daya Ukraina, termasuk mineral tanah langka.

Namun, Zelensky menolak menandatangani perjanjian yang akan memberikan kepemilikan AS atas 50% kekayaan mineral Ukraina. "Saya tidak bisa menjual negara kita," tegas Zelensky pada hari Rabu.

Penasihat keamanan nasional Trump, Mike Waltz, mengatakan reaksi Kiev "tidak dapat diterima" dan menyarankan pejabat Ukraina untuk "menguranginya" dan menandatangani kesepakatan mineral langka.

Baik Trump maupun Musk telah meningkatkan kritik mereka terhadap Zelensky awal pekan ini, mencapnya sebagai "seorang diktator" dan mengklaim dia sangat tidak populer di dalam negeri.

Read Entire Article
Prestasi | | | |