NU dan Arsitektur Peradaban Abad Kedua

1 hour ago 6

loading...

Abdurrohman Wahid, Kader Muda NU. Foto/Dok. SindoNews

Abdurrohman Wahid
Kader Muda NU

"Organisasi besar belum tentu melahirkan pengaruh besar. Pengaruh lahir ketika organisasi mampu mengubah pengalaman sejarahnya menjadi gagasan yang dibutuhkan zamannya."

SULIT membayangkan Indonesia tanpa Nahdlatul Ulama (NU). Sulit pula membayangkan percakapan tentang Islam moderat dunia tanpa menyebut NU di dalamnya. Selama hampir satu abad, NU bukan hanya berhasil membangun dirinya sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, tetapi juga menjelma menjadi salah satu modal sosial (social capital) terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia.

Namun, sejarah selalu menyimpan pertanyaan yang sama kepada setiap generasi: apakah kebesaran hari ini akan tetap relevan bagi masa depan? Pertanyaan itulah yang menurut saya menjadi tantangan terbesar NU memasuki abad keduanya.

Sebab sejarah tidak pernah memberikan jaminan bahwa organisasi yang besar akan secara otomatis menjadi organisasi yang berpengaruh. Sebaliknya, tidak sedikit organisasi besar yang pada akhirnya hanya menjadi monumen sejarah karena gagal membaca perubahan zaman.

NU tidak boleh menjadi organisasi yang hanya besar dalam statistik. NU harus menjadi organisasi yang besar dalam gagasan, besar dalam pengaruh moral, dan besar dalam manfaat yang dirasakan umat manusia.

Read Entire Article
Prestasi | | | |