:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331859/original/007138800_1782202085-Butter_Baby_Opening_at_Soekarno_Hatta_Terminal_3__3_.jpg)
Fimela.com, Jakarta - Bepergian keluar negeri atau keluar kota dengan pesawat kini semakin seru. Bagaimana tidak? Begitu tiba di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta, kamu akan disapa oleh sebuah patung silver krom dengan karakter Butter Baby.
Merek dessert viral yang lahir di Jakarta itu membuka gerai kelimanya di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kehadiran Global IP berbasis karakter itu di bandara bukan menjadi penanda sebuah kedatangan, melainkan sebuah keberangkatan.
Menandai dibukanya gerai terbaru, Butter Baby mendirikan sebuah patung raksasa setinggi delapan meter dan berat tujuh ton yang langsung mencuri perhatian. Ini menjadi momen ketika sebuah IP dibangun dari kreativitas, komunitas, dan semangat Indonesia. Berlokasi di tempat strategis yang menjadi salah satu gerbang internasional dan bersiap untuk bertemu dengan dunia.
Butter Baby sendiri lahir pertama kali pada 9 Agustus 2025. Belum setahun, karakter ini berhasil berhasil meraih nominasi Webby Award serta dua penghargaan di bidang inovasi brand. Butter Baby juga ditemukan secara organik oleh nama-nama global seperti Jackson Wang, Bright Vachirawit, Gulf Kanawut, North West, hingga SEVENTEEN.
Berawal dari Butterlandia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331860/original/015278600_1782202085-Butter_Baby_Opening_at_Soekarno_Hatta_Terminal_3.jpg)
Di balik karakter tersebut, terdapat sebuah semesta bernama Butterlandia, planet asal Butter Baby yang perlahan sekarat akibat kekurangan butter. Dalam misinya menyelamatkan dunia asalnya, Butter Baby melakukan pendaratan darurat di Indonesia, dan di sanalah semuanya bermula. Setiap gerai yang dibuka membawa Butter Baby selangkah lebih dekat menuju misinya. Terminal 3 bukan sekadar lokasi kelima, tetapi menjadi titik keberangkatan yang sesungguhnya. Lima gerai dan lima langkah lebih dekat menuju 500 triliun ton butter.
"Dua belas tahun lalu, kami memilih Indonesia bukan sebagai sebuah pasar, melainkan sebagai rumah. Jakarta membentuk cara kami memandang kreativitas, komunitas, dan cerita. Butter Baby lahir dari energi kota ini dan dari orang-orang Indonesia yang membangunnya bersama kami. Patung yang berdiri di area Keberangkatan ini adalah milik mereka, komunitas yang membuat semua ini menjadi nyata," ucap Nick Burch & Henry Burch, Founders Butter Baby
99 persen tim yang membangun Butter Baby adalah orang Indonesia. Kreator, desainer, strategi, konten, dan operasional semuanya lahir dan besar di negeri ini. Ketika Butter Baby melangkah ke dunia, Indonesia melangkah bersamanya.
Ekspansi ke Berbagai Negara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331861/original/045358000_1782202085-Henry___Nick_Burch_bersama_Teuku_Riefky__Menteri_Ekonomi_Kreatif_Republik_Indonesia__Harsya__.jpg)
"Butter Baby bukanlah kisah tentang sebuah brand yang datang ke Indonesia. Ini adalah kisah yang lahir di sini, dibangun oleh tangan-tangan Indonesia, dan kini berdiri di area Keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta karena memang di sanalah tempatnya. Patung ini menghadap ke luar karena dalam setiap langkahnya menuju dunia, Butter Baby membawa DNA Indonesia bersamanya. Keberangkatan inilah titik yang sesungguhnya," jelas Karen Tjahja, Head of Marketing & Business Development Butter Baby
"Selama lebih dari dua puluh tahun, saya telah memasak di dapur-dapur di lima benua. Tidak ada negara yang menghentikan saya dan meninggalkan kesan sedalam Indonesia: dari budaya, cita rasa, kreativitas, hingga orang-orangnya. Butter Baby adalah refleksi dari semua itu. Kisah ini lahir di sini. Dan dari Terminal Keberangkatan Soekarno-Hatta, perjalanannya berlanjut," ungkap Shane Lewis, CEO Butter Baby
Dengan rencana ekspansi internasional ke Bangkok pada tahun 2027, Butter Baby terus membangun sesuatu yang sejak awal diyakininya mungkin: sebuah IP Indonesia yang dikenal dunia, bukan dengan mengikuti tren global, melainkan dengan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri.
Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.


















































