loading...
Xiaomi mencetak laba pertama dari bisnis mobil listrik dan AI, menandai transformasi besar dari perusahaan teknologi ke otomotif. Foto: Xiaomi
JAKARTA - Xiaomi akhirnya membuktikan diri. Setelah agresif masuk industri otomotif, bisnis mobil listrik dan AI perusahaan ini resmi mencetak laba pertama pada 2025.
Perusahaan teknologi asal China itu mencatat laba operasional 900 juta yuan atau sekitar Rp15,3 triliun, pencapaian penting yang menandai bisnis baru mereka telah mencapai titik balik.
Dari sisi pendapatan, lonjakannya jauh lebih agresif. Segmen EV dan AI Xiaomi membukukan pendapatan 106,1 miliar yuan atau sekitar Rp1.803 triliun, naik 223,8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Mayoritas kontribusi datang dari penjualan kendaraan listrik, yang mencapai 103,3 miliar yuan atau sekitar Rp1.756 triliun. Ini menunjukkan bahwa strategi Xiaomi di sektor otomotif tidak lagi sekadar eksperimen, tetapi sudah menjadi mesin bisnis utama.
Penjualan Meledak, Harga Ikut Naik

Secara volume, Xiaomi mengirimkan 411.082 unit mobil sepanjang 2025, melonjak 200,4 persen secara tahunan.
Harga jual rata-rata kendaraan juga naik 7,1 persen menjadi 251.171 yuan atau sekitar Rp4,27 juta. Kenaikan ini menunjukkan Xiaomi mulai bermain di segmen dengan margin lebih tinggi, bukan sekadar mengejar volume.


















































