loading...
Rudal jelajah presisi tinggi Joint Air-to-Surface Standoff Missile-Extended Range (JASSM-ER). Foto/wikipedia
WASHINGTON - Pentagon masih berjuang mendapatkan dana guna mempercepat pengisian kembali amunisi penting yang habis selama operasi militer Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Kabar itu dilaporkan The New York Times, mengutip pejabat AS.
Pada bulan Januari, kontraktor pertahanan AS Lockheed Martin menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan Departemen Perang untuk melipatgandakan produksi sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).
Para pejabat mengatakan kepada The New York Times pada hari Kamis bahwa belum ada langkah yang diambil untuk memulai produksi yang diperluas, karena Pentagon masih menunggu persetujuan kongres untuk pendanaan tambahan. Sementara itu, Angkatan Bersenjata AS dengan cepat menghabiskan persediaan amunisi yang ada.
Laporan tersebut menyoroti rudal jelajah presisi tinggi Joint Air-to-Surface Standoff Missile-Extended Range (JASSM-ER) sebagai amunisi yang paling cepat habis.
Para pejabat mengatakan selama operasi melawan Iran, militer AS telah menggunakan 1.100 rudal, masing-masing seharga USD1,1 juta, sehingga hanya menyisakan 1.500 rudal sebagai cadangan.


















































