Peta Geologi Bumi dengan Lempeng Tektonik Terbaru Diterbitkan

18 hours ago 6

loading...

Peta Geologi Bumi. FOTO/ PHYS

LONDON - Peta baru yang memberikan wawasan baru tentang sejarah Bumi dan akan membantu memberikan pemahaman yang lebih baik tentang ancaman bencana alam seperti gempa bumi dan gunung berapi.

“Dalam model baru ini kita melihat konfigurasi zona batas lempeng dan konstruksi masa lalu kerak benua,” kata Dr. Derrick Hasterok, dosen di Departemen Ilmu Bumi, Universitas Adelaide Australia yang memimpin tim yang memproduksi model-model baru lempeng tektonik Bumi.

“Benua-benua terrakit beberapa bagian pada satu waktu, sedikit mirip jigsaw (permainan bongkar-pasang), tetapi setiap kali permainan ini selesai, teka-teki itu terpotong dan diatur ulang untuk menghasilkan gambar baru. Studi kami membantu menjelaskan berbagai komponen sehingga ahli geologi dapat menyatukan gambar-gambar sebelumnya,” ujar Dr. Hasterok.

Lebih lanjut dia mengatakan, “Kami menemukan bahwa zona batas lempeng menyumbang hampir 16 persen dari kerak bumi dan proporsi yang lebih tinggi, 27 persen, dari benua.”

Tim menghasilkan tiga model geologi baru, yakni model lempeng, model provinsi dan model orogeni.

“Ada 26 orogen—proses pembentukan gunung—yang telah meninggalkan jejak pada arsitektur kerak bumi saat ini. Banyak di antaranya, tetapi tidak semua, terkait dengan pembentukan superbenua,” terang Dr. Hasterok.

“Pekerjaan kami memungkinkan kami untuk memperbarui peta lempeng tektonik dan pembentukan benua yang ditemukan di buku pelajaran. Model lempeng ini yang telah dirakit dari model topografi dan seismisitas global, belum diperbarui sejak 2003.”

Model lempeng baru tersebut mencakup beberapa lempeng mikro baru termasuk lempeng mikro Macquarie yang terletak di selatan Tasmania dan lempeng mikro Capricorn yang memisahkan Lempeng India dan Australia.

“Untuk lebih memperkaya model, kami menambahkan informasi yang lebih akurat tentang batas zona deformasi, di mana model sebelumnya menunjukkan ini sebagai area terpisah daripada zona lebar,” ujar Dr. Hasterok.

Read Entire Article
Prestasi | | | |