Petani AS Alami Krisis Terburuk dalam 40 Tahun, Perang Iran Bikin Boncos Rp543,1 Triliun

3 days ago 66

loading...

Dampak perang AS-Israel melawan Iran berbalik menghantam sektor domestik Negeri Paman Sam -julukan Amerika-. Para petani di AS kini terperosok ke dalam krisis keuangan paling parah dalam empat dekade. Foto/Dok

JAKARTA - Dampak perang Amerika Serikat atau AS-Israel melawan Iran berbalik menghantam sektor domestik Negeri Paman Sam -julukan Amerika-. Para petani di AS kini terperosok ke dalam krisis keuangan paling parah dalam empat dekade terakhir akibat lonjakan drastis harga pupuk dan bahan bakar diesel.

Laporan Financial Times (FT) mengungkapkan, penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz oleh Iran sejak Februari 2026 telah memicu guncangan biaya produksi (input cost) yang ekstrem di kawasan Corn Belt (pusat pertanian AS), menjelang pemilihan umum sela (midterm elections) AS pada November, mendatang.

Presiden Serikat Petani Nebraska, John Hansen menyebutkan bahwa keterpurukan sektor pertanian saat ini merupakan yang terburuk sejak krisis hebat pada tahun 1980-an. Salah satu tekanan datang dari lonjakan harga pupuk yang dialami para petani.

Baca Juga: Nego Tarif Trump, Indonesia Bakal Beli Komoditi Pertanian AS Rp75,4 Triliun

Pupuk kaya fosfor yang biasa digunakan saat masa tanam kini menembus harga lebih dari USD900 per ton, melonjak drastis dibandingkan harga sepuluh tahun lalu yang berada di kisaran USD470 per ton. Selanjutnya ada kenaikan bahan bakar diesel yang menambah beban bagi para petani.

Read Entire Article
Prestasi | | | |