loading...
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Foto/anadolu
ISLAMABAD - Pakta pertahanan bersama Mekkah yang ditandatangani Turki, Arab Saudi, dan Pakistan awal bulan ini "telah mengirimkan pesan persatuan dan perdamaian ke seluruh kawasan". Pendapat itu diungkap Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Jumat (28/8/2026).
Sharif menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi, Abdulrahman bin Abdulmohsen Al-Fadley, menurut pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Pakistan.
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah dalam pertemuan puncak trilateral di Makkah pada 7 Agustus, dengan komitmen memperkuat keamanan kolektif, memperdalam kerja sama pertahanan, serta mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut dan sekitarnya.
Perjanjian tersebut ditandatangani Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Sharif selama pertemuan puncak di Istana Al-Safa.
Sharif mengatakan pakta pertahanan bersama tersebut "semakin mempererat hubungan ketiga negara dan mengirimkan pesan persatuan serta perdamaian ke seluruh kawasan."
Setiap Permintaan Resmi akan Dipertimbangkan
Bangladesh menyatakan akan mempertimbangkan untuk bergabung dengan pakta tersebut secara "positif" jika diundang oleh ketiga negara pendirinya.
"Masalah bergabung atau tidak dengan pakta tersebut belum muncul karena hal itu bergantung pada niat pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Jika mereka mengundang Bangladesh untuk bergabung, maka kami pasti akan mempertimbangkannya secara positif," ujar Menteri Luar Negeri Khalilur Rahman di hadapan parlemen pada hari Kamis.


















































