Prabowo Ingatkan Ancaman AI: Hati-hati, Digunakan untuk Memecah Belah

3 hours ago 8

loading...

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi ancaman Artificial Intelligent (AI), terutama digunakan untuk memecah belah dan menghasut bangsa. Hal tersebut disampaikan Prabowo di SMAN 1 Cilacap, Rabu (29/4/2026). Foto: Setpres

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi ancaman Artificial Intelligent (AI), terutama digunakan untuk memecah belah dan menghasut bangsa. Hal tersebut disampaikan Prabowo usai meninjau langsung pelaksanaan renovasi fasilitas pendidikan di SMAN 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Prabowo menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama dalam mendorong kebangkitan bangsa Indonesia. Di hadapan para siswa dan guru, dia menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia yang dinilai memiliki potensi kekayaan luar biasa.

Baca juga: Menkomdigi Meutya Hafid Wakili Presiden Prabowo di AI Action Summit Paris

Dia menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. “Jadi anak-anakku, para guru, pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa Indonesia. Dan percaya sama saya, saya sudah lihat semua data, saya sudah melihat angka, negara kita sungguh-sungguh sangat kaya. Sungguh sangat kaya. Tidak hanya sebagai slogan, tapi nyata. Saya perkirakan 3, 4, 5 tahun lagi kita akan bangkit luar biasa,” ujarnya.

Prabowo mengingatkan kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), membawa tantangan tersendiri yang perlu diwaspadai. “Hati-hati, karena sekarang teknologi, teknologi semakin canggih. Terjadi sekarang apa yang dinamakan kecerdasan buatan, Artificial Intelligence. Ini sudah dahsyat, hati-hati. Banyak teknologi juga sekarang dipakai untuk yang negatif, yang tidak baik. Yang memecah belah, yang menghasut," ungkapnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |