Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat

2 hours ago 8

loading...

Presiden Bolivia Rodrigo Paz akan memangkas gajinya dan gaji para menteri kabinet sebesar 50 persen setelah demo besar pecah. Foto/Wikipedia/Ricardo Stuckert/PR

LA PAZ - Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengatakan dia akan memangkas gajinya dan gaji para menteri kabinet sebesar 50 persen. Ini sebagai upaya untuk mengakhiri protes anti-pemerintah selama berminggu-minggu.

Namun pengumuman Presiden Paz tidak dihiraukan, karena para pengunjuk rasa menolak untuk mengakhiri blokade mereka di La Paz dan kembali bentrok dengan polisi. Massa demonstran tetap menuntut Paz lengser.

Meskipun bentrokan mereda, tidak ada tanda-tanda bahwa massa demonstran siap untuk membersihkan jalanan, di mana demonstrasi kemungkinan akan berlanjut pekan ini.

Para pengunjuk rasa telah memblokir jalan menuju La Paz selama hampir sebulan, menyebabkan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Presiden Paz, pemimpin sayap kanan tengah yang didukung Amerika Serikat (AS), telah melakukan berbagai tindakan yang bertujuan untuk mengakhiri pemberontakan yang telah pecah hanya enam bulan setelah masa kepresidenannya.

Pada hari Senin, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva—sekutu tradisional mantan presiden sosialis Bolivia, Evo Morales— berbicara dengan Paz melalui telepon dan, menurut pernyataan dari kantor presiden Brasil, "mengulangi solidaritasnya dengan pemerintah dan rakyat Bolivia."

Lula, salah satu pemimpin sayap kiri paling terkenal di Amerika Latin, menyerukan agar para pengunjuk rasa dan pemerintah memprioritaskan dialog sebagai cara untuk mengatasi perbedaan, sambil menyetujui untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke negara tersebut.

AS dan Argentina juga telah menawarkan bantuan untuk mengatasi kekurangan tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Read Entire Article
Prestasi | | | |