Qatargate Guncang Israel, 2 Ajudan Netanyahu Ditangkap

10 hours ago 4

loading...

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/Chaim Goldberg/Flash90/Pool/Anadolu Agency

TEL AVIV - Qatargate sedang mengguncang Israel hingga dua ajudan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu ditangkap untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pengadilan Israel kemudian memerintahkan dua orang ajudan Netanyahu itu dibebaskan dari tahanan dan ditempatkan dalam tahanan rumah selama dua pekan terkait dengan penyelidikan "Qatargate" yang sedang berlangsung.

Menurut lembaga penyiaran publik Israel KAN, seorang hakim di Pengadilan Distrik Pusat memutuskan membebaskan para penasihat Netanyahu, Jonatan Urich dan Eli Feldstein, setelah sidang yang kontroversial yang menyaksikan kritik keras terhadap perilaku polisi.

“Keputusan itu diambil setelah polisi Israel meminta perpanjangan penahanan selama tujuh hari bagi keduanya, dengan mengutip laporan awal yang menunjukkan dugaan tindakan mereka menimbulkan ancaman potensial terhadap keamanan nasional karena dugaan pertemuan dengan kelompok lobi Qatar,” ungkap laporan KAN.

Namun, Hakim Menachem Mizrahi menolak permintaan tersebut, dengan alasan laporan itu hanyalah draf dan tidak memiliki bukti substantif.

Dia menyatakan dokumen itu tidak memberikan indikasi yang jelas tentang bagaimana tindakan para tersangka telah menyebabkan kerugian langsung terhadap keamanan Israel, menurut KAN.

Dalam apa yang digambarkan sebagai sesi pengadilan yang menegangkan, Hakim Mizrahi menyatakan keberatan yang kuat tentang apa yang disebutnya sebagai "penggunaan argumen ancaman keamanan yang berlebihan dan tidak dapat dibenarkan."

Dia mencatat polisi Israel awalnya tidak membuat klaim seperti itu ketika penyelidikan dimulai.

Pada hari Senin, polisi Israel menangkap Urich dan Feldstein sehubungan dengan kasus yang dijuluki "Qatargate", yang melibatkan tuduhan bahwa pejabat di kantor Netanyahu mempromosikan kepentingan Qatar.

Media Israel melaporkan polisi yakin kedua ajudan tersebut menerima uang dari firma humas yang berbasis di Amerika Serikat (AS) yang bekerja untuk Qatar untuk meningkatkan citra negara Teluk itu di Israel.

Qatar telah membantah tuduhan tersebut, sementara Netanyahu menolak penyelidikan tersebut sebagai perburuan politik yang bertujuan menggulingkan pemerintahan sayap kanannya.

(sya)

Read Entire Article
Prestasi | | | |