Roda Nasib Berputar Cepat: Dulu Jerman Merajai China, Kini Mereka Cuma Jadi Mobil Bapak-Bapak

3 hours ago 6

loading...

Beijing Auto Show 2026 menjadi saksi bisu bagaimana pabrikan Eropa yang dulunya dipuja kini harus merunduk menghadapi gempuran mobil listrik canggih buatan Tiongkok yang membidik dominasi global. Foto: Sindonews/Danang Arradian

BEIJING - Empat puluh tahun lalu, Volkswagen (VW) adalah raja di Tiongkok.

Tahun 1985, saat pameran mobil pertama di Shanghai, brosur VW ludes diserbu warga lokal. "Bagi orang-orang saat itu, mengagumi kualitas kertas dan cetakannya saja sudah cukup untuk bermimpi memiliki mobil," kenang Carl Hahn, mantan CEO VW. Label "Made in Germany" adalah kasta tertinggi.

Tapi itu dulu. Sekarang, roda nasib berputar begitu cepat. Sangat kejam.

Di Beijing Auto Show 2026 yang dibuka Jumat ini, pabrikan Jerman butuh lebih dari sekadar brosur mengkilap untuk bertahan hidup. Warisan kebesaran mesin pembakaran dalam (combustion engine) Jerman sudah tak laku di mata anak muda China.

"Mungkin beberapa pelanggan yang lebih muda menganggap kami sebagai merek untuk orang tua mereka (bapak-bapak)," aku Robert Cisek, CEO Volkswagen China, terus terang kepada Reuters.

Read Entire Article
Prestasi | | | |