loading...
Moskow sebut NATO butuh konfrontasi untuk membenarkan eksistensinya, dan itu sebabnya menetapkan Rusia sebagai musuh utama di Eropa. Foto/RUSI
MOSKOW - NATO membutuhkan konfrontasi untuk membenarkan keberadannya, itulah sebabnya NATO menetapkan Rusia sebagai musuh utamanya di Eropa. Demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko.
Pernyataan tersebut muncul ketika semakin banyak serangan pesawat nirawak Ukraina yang dikirim jauh ke dalam wilayah Rusia, sementara puing-puing beberapa pesawat nirawak baru-baru ini jatuh di negara-negara anggota NATO yang berbatasan dengan Rusia. Moskow menuduh negara-negara Baltik mengizinkan Ukraina menggunakan wilayah mereka untuk serangan, klaim yang dibantah oleh Latvia, Estonia, dan Lithuania.
Baca Juga: Presiden Ceko: NATO Harus Menunjukkan Taringnya kepada Rusia!
Dalam wawancara dengan Russia Today pada hari Kamis, Grushko berpendapat bahwa NATO dan Uni Eropa secara radikal mengubah pendekatan mereka terhadap Rusia sekitar tahun 2010–2012, ketika blok militer pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut mengakhiri misi Afghanistan yang mahal dan memfokuskan kembali pada tujuan aslinya di era Perang Dingin, yaitu pertahanan kolektif terhadap musuh di Eropa.
“Mereka membutuhkan musuh besar. Dan karena tidak ada, Rusia ditunjuk untuk peran ‘terhormat’ ini,” kata Grushko.
"NATO tidak dapat eksis dalam kondisi damai—seperti ikan yang keluar dari air," imbuh dia.










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488567/original/072826400_1769757219-0E6A5552-01.jpeg)





