loading...
Duta Besar Taliban untuk Qatar Mohammad Suhail Shaheen. Foto/rt
MOSKOW - Baik Afghanistan maupun Rusia akan diuntungkan begitu Moskow menghapus Taliban dari daftar organisasi terorisnya, menurut Duta Besar Taliban untuk Qatar Mohammad Suhail Shaheen.
Awal pekan ini, Kantor Kejaksaan Agung Rusia mengajukan mosi untuk mencabut larangan aktivitas Taliban di negara itu, dengan permintaan untuk dipertimbangkan Mahkamah Agung pada 17 April.
Kelompok Taliban telah masuk dalam daftar organisasi teroris Rusia sejak 2003.
Moskow meningkatkan kontak diplomatik dengan Taliban setelah mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada 2021, memanfaatkan penarikan pasukan AS setelah dua dekade kehadiran mereka di negara Asia Tengah itu.
“Permintaan jaksa penuntut Rusia itu adalah langkah positif karena baik Kabul maupun Moskow berkepentingan untuk bekerja sama di berbagai bidang," ujar Shaheen, juru bicara internasional de facto Taliban, dalam wawancara pada Rabu.
“Larangan terhadap Taliban di Rusia menghalangi kerja sama itu, jadi perlu segera mencabutnya," imbuh dia.
Menurut utusan itu, pemerintah Taliban, yang tidak diakui PBB, ingin Rusia ikut ambil bagian dalam pembangunan kembali Afghanistan setelah bertahun-tahun bertempur.
“Afghanistan menawarkan banyak peluang, sumber daya mineral, ladang pertanian, dan bidang-bidang menarik lainnya," papar dia.
"Rusia adalah negara yang sangat besar di kawasan ini, negara yang penting. Jadi itulah kebijakan kami, kami ingin menjalin hubungan dengan semua negara, khususnya dengan negara-negara di kawasan ini," tegas Shaheen.
“Bahkan AS dapat ikut ambil bagian dalam pembangunan kembali Afghanistan, meskipun perannya merusak selama pendudukan negara itu," ujar dia.