Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat

3 hours ago 11

loading...

Setelah empat bulan berperang, ada banyak hal yang membuat Iran makin kuat. Foto/X/@DailyIranNews

TEHERAN - Perang dimaksudkan untuk melemahkan Iran . Hampir empat bulan setelah perang dimulai, perang mungkin telah menghasilkan efek sebaliknya. Alih-alih perubahan rezim atau pengurangan senjata nuklir, para analis mengatakan Teheran muncul lebih termiliterisasi, lebih toleran terhadap risiko, dan masih memegang kendali penuh atas program strategisnya. Itu diungkapkan dalam laporan The New York Times.

Pertanyaan kuncinya adalah apakah Amerika Serikat dan Israel telah mencapai tujuan yang dinyatakan di Iran — termasuk perubahan rezim, pembongkaran program nuklirnya, dan pengekangan pengaruh regionalnya.

Hasilnya semakin diperdebatkan, dengan Iran tampaknya telah selamat dari konflik dalam bentuk yang lebih keras, tanpa konsesi strategis besar tetapi telah beradaptasi di bawah tekanan yang berkelanjutan.

Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat

1. Iran Dipimpin Generasi yang Lebih Muda

Apakah telah terjadi perubahan rezim di Iran?

Ya — tetapi bukan seperti yang diharapkan Washington atau Israel.

Struktur kepemimpinan Iran telah bergeser secara signifikan setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada fase awal perang, menurut laporan tersebut. Kepemimpinan yang lebih muda, lebih garis keras, dan berorientasi pada keamanan telah muncul, dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memainkan peran yang jauh lebih kuat dalam pemerintahan.

Iran sekarang dipimpin oleh "generasi yang lebih muda dan lebih berani yang berkuasa," kata Sanam Vakil, direktur program Timur Tengah dan Afrika Utara di Chatham House, dilansir Gulf News.

2. Perubahan Kekuatan Ilahi ke Kekuatan Keras

Aaron David Miller, mantan diplomat AS di Carnegie Endowment for International Peace, menggambarkan perubahan tersebut sebagai "transisi dari kekuatan Ilahi ke kekuatan keras."

Analis yang dikutip dalam laporan tersebut menggambarkan sistem tersebut sebagai "Republik Islam 3.0" — sebuah struktur yang "kurang berupa teokrasi dan lebih berupa junta militer yang didominasi oleh Korps Garda Revolusi Islam."

3. Iran Memiliki Kekuatan Nuklir

Apakah Iran telah melemah secara militer atau strategis?

Tidak secara signifikan.

Meskipun Iran telah menyerap serangan militer dan tekanan ekonomi yang berkelanjutan, negara ini tetap mempertahankan elemen-elemen kunci dari infrastruktur nuklir dan pengetahuan teknisnya.

Read Entire Article
Prestasi | | | |