loading...
Para migran tanpa dokumen, sebagian besar laki-laki muda, yang memasuki wilayah kantong Afrika Utara Spanyol di Ceuta secara ilegal, mulai kembali ke Maroko setelah menyadari peluang mereka untuk mendapatkan status hukum di Spanyol sangat kecil pada tangg
CEUTA - Lebih dari 48.300 dari sekitar 50.000 migran yang memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta sejak Kamis pagi telah kembali ke Maroko pada Jumat sore (31/7/2026). Pernyataan itu diungkap Kementerian Dalam Negeri Spanyol, menurut kantor berita EFE.
EFE melaporkan angka-angka tersebut, yang dikumpulkan pada pukul 15.30 waktu setempat (1330GMT), mengikuti pernyataan kementerian sebelumnya bahwa kepulangan dari Ceuta ke Maroko terjadi dengan kecepatan sekitar 150 orang per menit.
Meskipun jumlah keberangkatan sangat besar, ribuan migran tetap berada di berbagai lingkungan di Ceuta tanpa tujuan yang jelas, menurut laporan tersebut.
EFE mengatakan ratusan migran menuju perbatasan pada Jumat sore untuk kembali ke Maroko, dengan alasan adanya perjanjian repatriasi antara Spanyol dan Maroko serta kurangnya toko, supermarket, dan restoran yang buka di Ceuta untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Garda Sipil Spanyol dan Grup Regulares Angkatan Darat No. 54 dikerahkan di sepanjang area pantai Tarajal untuk mencegah kedatangan lebih lanjut melalui laut.
















































