Stok BBM Aman, Pengamat: Masyarakat Perlu Diedukasi Biar Tak Panic Buying

4 hours ago 4

loading...

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro. Foto: Istimewa

JAKARTA - Stok operasional BBM Indonesia cukup 20 hari ke depan bukan menandakan bahwa cadangan BBM akan habis setelahnya. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan masyarakat perlu diedukasi bahwa ketersedian 20 hari itu berkaitan dengan kapasitas daya tampung atau storage BBM yang dimiliki oleh Indonesia.

"Setelah 20 hari, stok di storage itu akan bisa diisi lagi. Jadi sebenarnya ini kondisi baik-baik saja," kata Komaidi saat menjadi salah satu pembicara pada Energy Iftar Forum 2026 yang diadakan Energy Hub di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Komaidi membandingkan dengan storage BBM di beberapa negara Asia Tenggara. Ia mencontohkan Vietnam hanya cukup untuk 15 hari, Laos memiliki storage dengan kapasitas 10 hari. Lalu negara tetangga lainnya, kata dia, seperti Australia memiliki storage BBM untuk 50 hari.

Baca Juga : Stok BBM Indonesia Cukup untuk 23 Hari, Bahlil: Nggak Perlu Panic Buying

Sebaliknya Jepang memiliki ketersediaan BBM hingga 254 hari karena Jepang dalam sejarahnya bukan negara penghasil BBM sehingga mengharuskan negara itu memiliki daya tampung BBM dengan volume besar.

Read Entire Article
Prestasi | | | |