loading...
Anggota Dewan Keamanan PBB menggelar sidang di kantor pusat PBB di New York, AS. Foto/anadolu
NEW YORK - Israel merupakan bahaya terbesar bagi stabilitas di Timur Tengah. Peringatan itu disampaikan Suriah kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Kamis (17/9/2026), sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Wakil Tetap Suriah untuk PBB, Ibrahim Olabi, mengatakan kepada anggota dewan bahwa agresi Israel merupakan "ancaman terbesar bagi stabilitas seluruh kawasan, bukan hanya Suriah."
Ia merujuk pada pernyataan darurat dari 44 negara di luar ruang sidang dewan yang mengecam kunjungan tingkat tinggi pimpinan Israel ke Gunung Hermon sebagai tindakan ilegal dan "pelanggaran nyata" terhadap hukum internasional.
Ia menegaskan meskipun Damaskus menanggapi pembicaraan keamanan yang diprakarsai AS dengan iktikad baik, Israel justru "membalas dialog tersebut dengan serangan udara, penyusupan, serta berbagai pelanggaran dan serangan."
Ia menekankan upaya mencapai kesepakatan diplomatik tidak berarti Damaskus akan "menerima pendudukan atau melepaskan hak-hak rakyat kami," sembari membela kerja sama bilateral dengan mitra regional sebagai bentuk pelaksanaan kedaulatan negara.
Menepis klaim Israel mengenai perpecahan antarkelompok masyarakat, Olabi menegaskan warga Kurdi Suriah telah terintegrasi ke dalam institusi negara, warga Yahudi Suriah "kembali merenovasi sinagoge mereka," dan tokoh-tokoh Druze yang "menolak dukungan asing" kini duduk di parlemen.
Turki Bertindak sebagai Negara yang Bertanggung Jawab
Turki mengecam operasi Israel di Suriah selatan, serta mengutuk "serangan tanpa henti yang menargetkan infrastruktur dan kemampuan Suriah, serta melanggar kedaulatan dan integritas wilayahnya."





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351781/original/028004700_1789714742-cnc_2026_09_18_1789712250579245_uAkavgqqv9.jpeg)












































