loading...
T Series kuasai 90 persen penjualan Jetour, mayoritas pembelinya justru pilih varian hybrid, bukan bensin. Foto: Jetour Indonesia
JAKARTA - Peta penjualan Jetour di Indonesia berubah drastis. Dari semua model yang dijual, T Series--gabungan T1 dan T2--menyumbang 85 hingga 90 persen dari total penjualan Jetour. Dari porsi sebesar itu, 60 persennya bukan mobil bensin biasa, melainkan varian plug-in hybrid atau i-DM.
Artinya, mobil yang sebenarnya menghidupi bisnis Jetour di Indonesia bukan lini produk yang paling ramai dipromosikan, melainkan dua model spesifik dengan mesin hybrid sebagai pendorong utama.
Pola ini terlihat jelas saat PT Jetour Sales Indonesia menghadirkan berbagai program penjualan di GIIAS 2026, ICE BSD, yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026.
Secara total, Jetour mencatat penjualan 400 sampai 500 unit per bulan. Sebanyak 30 hingga 40 persen penjualan berasal dari Pulau Jawa. Dari sisi pembeli, 20 sampai 30 persen adalah perempuan.
Salah satu penopang dominasi T Series itu adalah harga. Selama GIIAS 2026, Jetour T1 dijual Rp388.000.000 on the road Jakarta, naik menjadi Rp408.000.000 setelah pameran usai.
Varian hybridnya, Jetour T1 i-DM, dibanderol Rp538.000.000, naik menjadi Rp558.000.000 setelah GIIAS berakhir. Selisih Rp20 juta itu berlaku untuk kedua varian, dan menjadi kesempatan terakhir membeli dengan harga perkenalan.
Program Fearless Adventure untuk T2 i-DM
.jpg)
Model yang lebih besar, Jetour T2 i-DM, dijual Rp688.000.000 on the road Jakarta. Pembeli mendapat paket garansi bernama Fearless Adventure:
Garansi kendaraan dan mesin tanpa batas kilometer, atau 6 tahun
















































