loading...
Pesawat E-3 Sentry AWACS Amerika Serikat hancur diserang Iran di Pangkalan Prince Sultan, Arab Saudi. Foto/NDTV
WASHINGTON - Pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah mengalami kerusakan luas akibat serangan Iran yang jauh lebih parah daripada yang diakui secara publik.
Sumber internal Amerika mengatakan kepada NBC News bahwa dampak kerusakan yang sebenarnya telah ditutup-tutupi dari publik, termasuk bahwa jet tempur F-5 Iran berhasil menembus pertahanan udara AS untuk menyerang pangkalan di Kuwait.
Baca Juga: Iran Belum Kerahkan Sebagian Besar Kemampuan Rudalnya dalam Perang Melawan AS-Israel
NBC News melaporkan bahwa kesimpulannya didasarkan pada temuan dari lembaga think tank konservatif American Enterprise Institute (AEI) dan wawancara dengan para ajudan Kongres dan pejabat AS lainnya.
Penilaian AEI menemukan bahwa Iran menyerang lebih dari 100 target di 11 pangkalan AS di Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi dan Qatar.
Dua pejabat mengatakan kepada NBC News bahwa serangan F-5 menandai pertama kalinya pesawat sayap tetap musuh menyerang pangkalan militer Amerika dalam beberapa tahun terakhir.
AEI memperkirakan Iran telah menimbulkan kerugian lebih dari USD5 miliar dalam serangan balasannya, menurut laporan NBC News. Itu di luar jumlah 13 anggota militer yang tewas dan hampir 400 tentara yang terluka, menurut perhitungan Pentagon.


















































