loading...
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai penyelenggaraan puncak ibadah haji 2026 di Armuzna berjalan lebih baik. Foto/Ist
JAKARTA - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai penyelenggaraan puncak ibadah haji 2026 berjalan lebih baik setelah meninjau langsung berbagai fasilitas yang digunakan jemaah haji Indonesia di Mina. Peningkatan terlihat pada layanan akomodasi, kesehatan, konsumsi, serta kemudahan akses bagi jemaah lansia.
Saat melakukan peninjauan langsung di kawasan Mina, BHS menilai lokasi maktab atau tenda jemaah haji reguler tahun ini relatif lebih dekat dengan area lontar jumrah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, tersedia layanan mobil golf (golf car) yang membantu jemaah lanjut usia, perempuan, maupun jemaah yang memiliki keterbatasan fisik untuk menuju lokasi ibadah.
Baca juga: Sertifikat Haji 1447 H Sudah Rilis! Begini Cara Mudah Unduh Dokumen dari HP Jemaah
"Penempatan maktab jemaah reguler yang terjauh pun masih relatif dekat dengan Jamarat. Bahkan tersedia layanan golf car bagi jemaah lansia dan ibu-ibu yang tidak mampu berjalan jauh. Ini menjadi nilai tambah dalam pelayanan haji tahun ini," ujar BHS, Senin (1/6/2026).
Dari sisi akomodasi, BHS menyebut jemaah mendapatkan fasilitas yang nyaman selama berada di Mina. Tenda dilengkapi pendingin ruangan (AC), tempat tidur yang memadai, serta kapasitas yang sesuai dengan jumlah penghuni sehingga memberikan kenyamanan bagi jemaah dalam beristirahat.
Tidak hanya itu, BHS juga melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas sanitasi yang tersedia. Menurutnya, jumlah toilet dan kamar mandi dinilai mencukupi untuk melayani ribuan jemaah yang menempati kawasan tersebut.
Baca juga: Sempat Mundur 12 Jam Demi Istirahat Jemaah, Ratusan Bus Shalawat di Makkah Mengaspal Lagi
"Saya mengecek langsung fasilitas kamar mandi. Setiap bilik sudah dilengkapi shower dan jumlahnya cukup banyak. Dengan kapasitas yang tersedia, fasilitas tersebut diperkirakan mampu melayani sekitar 4.000 jemaah secara memadai, dari 120 bilik" katanya.
Pada sektor konsumsi, BHS mengaku puas terhadap kualitas dan ketepatan distribusi makanan yang diterima jamaah. Menu yang disajikan dinilai bergizi, bervariasi, dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.


















































