Tinta Karbon dan Kulit Hewan Mewarnai Keunikan Al-Quran Berusia 1.000 Tahun

5 hours ago 8

loading...

Tinta Karbon dan Kulit Hewan Mewarnai Keunikan Al-Quran ribuan tahun. FOTO/ IG

NARATHIWAT - Manuskrip Al-Quran berusia lebih dari 1.000 tahun yang dipamerkan di Museum Al-Quran Malay Raya di sini tidak hanya memiliki nilai sejarah Islam yang tinggi, tetapi juga mencerminkan kearifan masyarakat kuno dalam memanfaatkan bahan organik dalam pembuatan manuskrip suci tersebut.

Manuskrip seberat sekitar 50 kilogram ini diproduksi pada era Abbasiyah menggunakan 346 lembar kulit hewan dan tinta karbon berbasis bahan alami, sehingga menjadikannya salah satu harta karun Islam kuno yang unik dan sangat berharga.

Petugas museum, Nik Ilham Nik Yusup mengatakan, artefak tertua di museum ini diproduksi dengan ketelitian luar biasa karena setiap halamannya terbuat dari kulit hewan yang secara tradisional diolah untuk menghasilkan lembaran yang tahan lama untuk menulis Al-Quran.

"Semua bahan dasar ini secara khusus didatangkan dari distrik Hadramaut di Yaman," katanya kepada Bernama baru-baru ini.

Selain penggunaan bahan-bahan alami untuk menghasilkan halaman-halaman manuskrip, proses penulisan kitab suci ini juga menunjukkan kebijaksanaan masyarakat kuno dalam memanfaatkan sumber daya lingkungan secara optimal.

Ia mengatakan bahwa kitab tersebut, yang ditulis seluruhnya dengan gaya tulisan tangan Khat Kufi Qadim, menggunakan tinta organik kuno yang dikenal sebagai tinta karbon.

Read Entire Article
Prestasi | | | |