loading...
Todung Mulya Lubis mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan investigasi terkait kasus meninggalnya Bambang Setiyawan (60), warga Pejompongan Raya, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto/Niko Prayoga
JAKARTA - Pengacara senior sekaligus tokoh pejuang HAM Todung Mulya Lubis mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan investigasi terkait kasus meninggalnya Bambang Setiyawan (60), warga Pejompongan Raya, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bambang meninggal saat bentrokan antara aparat dan massa aksi di daerah Pejompongan terjadi pada Kamis (27/8/2026).
Dalam video yang beredar di media sosial, Bambang diduga meninggal akibat dikeroyok massa aksi tak dikenal saat bentrokan yang berujung pada kerusuhan tersebut.
"Saya mendapat berita bahwa ada yang meninggal, ya. Bukan demonstran sebetulnya, tapi orang yang terseret masuk ke demonstrasi itu dan mengalami pemukulan, penyiksaan, dan akhirnya meninggal dunia," kata Todung saat diwawancarai di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Baca Juga: Kasus Tewasnya Bambang dan Pengeroyokan Fatur, Yusril Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Todunh menegaskan bahwa hal itu tidak seharusnya terjadi, mengingat penghilangan nyawa seseorang merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Maka dari itu, Todung mendesak pemerintah dan pihak terkait termasuk kepolisian untuk segera melakukan investigasi.


















































