loading...
UIN Jakarta menerapkan PJJ pada 7-8 September 2026. Foto/UIN Jakarta.
JAKARTA - Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 7-8 September 2026. sebagai imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hal ini untuk meminimalisir gangguan kesehatan dan keselamatan sivitas akademika.
Seperti diketahui, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama 25 jam. Dampak erupsi tersebut adalah abu vulkanik yang menyebar ke berbagai wilayah di Banten, Lampung, hingga Jakarta.
Baca juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, UI Terapkan PJJ dan WFH
Untuk meminimalisir dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, UIN Jakarta pun menetapkan perkuliahan sementara dialihkan secara daring, dengan penyesuaian bagi kegiatan akademik yang wajib dilaksanakan secara luring.
Pelaksanaan PJJ di UIN Jakarta ditetapkan dengan Surat Edaran Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor 21 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh dalam Rangka Kesiapsiagaan terhadap Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lingkungan UIN Syarif Hidayatullah.
Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa pembelajaran pada 7 dan 8 September 2026, dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Baca juga: DKI Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau


















































