Usut Penyebab KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Polisi Gunakan Metode TAA

3 hours ago 7

loading...

Dirut PT KAI Bobby Rasyidin termenung di depan rangkaian KRL yang ringsek parah seusai ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari. Foto/Aldhi Chandra Setiawan

JAKARTA - Polisi terus mengusut penyebab pasti tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur , Jawa Barat. Polisi menggunakan metode Traffic Accidents Analysis (TAA) untuk mengungkap kecelakaan tersebut.

Metode TAA dilakukan guna mendapatkan data yang akurat terkait rangkaian peristiwa. Polisi mengungkapkan bahwa insiden berawal dari kecelakaan antara KRL dengan taksi listrik di pelintasan sebidang Jalan Ampera.

"Kecelakaan itu diakibatkan korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, tempat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera," kata Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: KDM Perintahkan Wali Kota Bekasi Segera Pasang Palang Pintu Pelintasan Kereta

Akibat gangguan tersebut, taksi listrik terseret dan mengganggu jalur kereta. Situasi itu kemudian memicu rangkaian kejadian hingga berujung tabrakan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

Untuk mengungkap secara detail kronologi kecelakaan, Korlantas mengerahkan dua jenis teknologi TAA. Pertama, TAA statis menggunakan kamera lidar yang mampu merekam kondisi sekitar secara 360 derajat. Kedua, TAA portable dengan tampilan helicopter view.

Baca Juga: KRL Bekasi-Cikarang Sudah Beroperasi Normal

Read Entire Article
Prestasi | | | |