Utang Whoosh Rp116 Triliun Resmi Diambil Alih Kemenkeu, Jadi Beban APBN?

12 hours ago 21

loading...

Penumpang berswafoto di depan kereta cepat Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta, Kamis (19/3/2026). FOTO/Aldhi Chandra

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengumumkan utang Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh resmi akan diambil alih oleh Kementerian Keuangan melalui Special Mission Vehicle (SMV).

Purbaya menjelaskan dengan skema tersebut nantinya tidak langsung membebani APBN meskipun infrastrukturnya telah dikelola oleh Pemerintah. Sebab dana yang digunakan untuk membayar utang diambil lewat keuntungan oleh SMV, bukan bersumber dari APBN.

"Jadi walaupun dikelola oleh pemerintah tidak akan membebani APBN. SMV kan juga punya untung juga kan, sebagian kita biarkan ke situ (pelunasan utang whoosh). Kira-kira begitu gambaran kasarnya," ujar Purbaya saat ditemui di Kantornya, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Bos Danantara Temui Purbaya, Bahas Utang Whoosh hingga Skema Restrukturisasi BUMN

Menkeu menjelaskan, pengambilalihan whoosh ini dilakukan atas kepemilikan 60 persen saham PT PSBI sebagai bagian dari konsorsium PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) selaku operator Whoosh. Targetnya proses pengalihan saham dari PT PSBI (Pilar Sinergi BUMN Indonesia) ke SMV akan dirampungkan pada pertengahan September mendatang.

Read Entire Article
Prestasi | | | |