loading...
Pemain PSBS Biak saat tampil di Super League 2025-2026. Foto: Dok PSBS Biak
Sepak bola Indonesia kembali disorot karena persoalan di luar lapangan. Di saat kompetisi Super League 2025-2026 memasuki fase krusial, dua masalah besar justru mencoreng wajah sepak bola nasional: Persija Jakarta kembali gagal bermain di ibu kota saat menghadapi Persib Bandung , sementara para pemain PSBS Biak mengancam mogok karena gaji empat bulan belum dibayar.
Persija dipastikan menjamu Persib di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (7/5/2026). Situasi ini membuat Macan Kemayoran sudah tujuh tahun tak pernah menjadi tuan rumah melawan rival abadinya itu di Jakarta. Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengaku heran dengan kondisi tersebut. Menurutnya, sangat aneh sebuah klub tidak bisa memainkan laga kandang besar di kota asalnya sendiri selama bertahun-tahun.
Baca Juga: The Jakmania Kecewa Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda
Souza menilai pertandingan kandang seharusnya menjadi hak dasar setiap klub. Ia juga menyebut operator kompetisi perlu mencari solusi agar laga besar seperti Persija kontra Persib bisa digelar secara normal dan adil.
“Sepak bola itu serius. Tidak masuk akal jika tim tidak bisa bermain di stadion sendiri melawan lawan tertentu,” ujar Souza.
Di sisi lain, masalah lebih pelik muncul dari Papua. Internal PSBS Biak memanas menjelang laga melawan Dewa United. Para pemain mengancam tidak akan latihan maupun bertanding apabila manajemen belum melunasi tunggakan gaji selama empat bulan.
Pemain senior Nelson Alom menegaskan seluruh pemain sudah sepakat mengambil langkah tegas. Mereka meminta manajemen memprioritaskan pembayaran hak pemain sebelum menggunakan dana klub untuk kebutuhan lain.











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489013/original/017536600_1769776656-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_1.40.19_PM.jpeg)






