loading...
Kepolisian New York (NYPD) memperingatkan potensi lonjakan kasus perdagangan seks dan eksploitasi manusia selama Piala Dunia 2026 / Foto: Ilustrasi AI
NEW YORK - Kepolisian New York (NYPD) memperingatkan potensi lonjakan kasus perdagangan seks dan eksploitasi manusia selama Piala Dunia 2026 . Turnamen akbar tersebut diperkirakan akan mendatangkan lebih dari 1,2 juta pengunjung ke wilayah New York dan New Jersey.
Asisten Komisaris Unit Kebijakan dan Perencanaan Kekerasan Berbasis Gender NYPD, Kathleen Baer, mengatakan perhelatan olahraga berskala besar kerap diikuti peningkatan aktivitas perdagangan seks, baik secara langsung maupun melalui platform daring. Korbannya dapat berasal dari berbagai latar belakang, termasuk perempuan dan anak di bawah umur.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa tidak ada satu ciri pasti tentang bagaimana seseorang dieksploitasi. Namun, ada sejumlah tanda yang perlu diwaspadai," kata Baer dikutip dari Irish Star, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Kisah Yoane Wissa: Hampir Buta dan Gol Bersejarah di Piala Dunia 2026
Menurut NYPD, korban perdagangan manusia umumnya tampak takut, enggan berbicara sendiri, atau selalu melihat orang lain sebelum menjawab pertanyaan. Mereka juga bisa terlihat bersama seseorang yang lebih tua dan menunjukkan tanda-tanda berada di bawah kendali pihak lain.


















































