8 Cara Melindungi Diri dari Bahaya Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

5 hours ago 9

loading...

Untuk menghindari paparan abu vulkanik, sebaiknya gunakan masker N95. Foto: NBC News

JAKARTA - Erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik. Selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari, abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata, kulit, serta saluran pernapasan.

Abu vulkanik terdiri dari partikel batuan dan mineral berukuran sangat halus. Jika terhirup, partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa gatal, hidung berair, hingga sesak, terutama pada orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak atau berpotensi terkena hujan abu perlu mengetahui langkah-langkah untuk melindungi diri.

Baca Juga : Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jabodetabek, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!

1. Tetap berada di dalam ruangan

Saat hujan abu terjadi, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam rumah atau bangunan yang terlindung dari paparan abu. Tutup rapat pintu dan jendela untuk mengurangi kemungkinan abu masuk ke dalam ruangan.

Celah ventilasi yang memungkinkan abu masuk juga sebaiknya ditutup sementara. Jika menggunakan pendingin ruangan, pastikan sistemnya tidak memasukkan udara dari luar.

2. Gunakan masker yang sesuai

Jika harus keluar rumah, gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus, seperti masker N95. Masker medis juga dapat digunakan sebagai perlindungan, terutama jika N95 tidak tersedia.

Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan rapat. Hindari terlalu sering membuka masker selama berada di lingkungan yang masih dipenuhi abu vulkanik.

3. Lindungi mata

Read Entire Article
Prestasi | | | |