Adopsi QRIS di Industri Salon: Bagaimana Sistem POS Modern Menyederhanakan Transaksi Harian

3 weeks ago 33

loading...

Foto: Doc. Istimewa

JAKARTA - QRIS telah menjadi standar pembayaran ritel di Indonesia.

Namun di industri salon, adopsinya berjalan lebih lambat dibanding sektor F&B. Banyak pemilik salon yang akhirnya memasang QRIS sebagai opsi tambahan, tetapi tetap mengandalkan pencatatan manual untuk transaksi harian.

Padahal, pembayaran digital baru memberikan manfaat penuh ketika terhubung langsung dengan sistem operasional. Inilah celah yang mulai diisi oleh kategori aplikasi POS khusus salon, salah satu contohnya adalah aplikasi POS salon Kasera , yang menyatukan QRIS, kartu, dan tunai dalam satu sistem yang juga menangani pemesanan, komisi, dan tip.

Mengapa salon tertinggal
Dibanding restoran atau ritel umum, transaksi salon punya kompleksitas tambahan yang membuat sistem POS generik kurang cocok.

Pertama, struktur tip yang khas. Tip untuk stylist sering dipisah dari biaya layanan dan harus dialokasikan ke karyawan tertentu. POS umum yang dirancang untuk restoran biasanya tidak menangani alokasi ini dengan rapi.

Kedua, komisi stylist. Setiap transaksi berkontribusi pada komisi karyawan yang melayani. Tanpa sistem yang menghitung komisi otomatis dari transaksi POS, pemilik salon harus melakukan rekapitulasi manual setiap akhir bulan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |