Agar Ekonomi Tak Panik Hadapi Abu Vulkanik

7 hours ago 9

loading...

Faozan Amar, Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA. Foto/istimewa

Faozan Amar
Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA

HUJAN abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau awal September ini bukan sekadar debu tipis yang mengaburkan pandangan dan mematikan jarak pandang penerbangan. Lebih dari itu, abu vulkanik adalah strategic shock yang mengetuk pintu kesadaran kita: sejauh mana bangsa ini siap menjaga urat nadi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan keselamatan rakyatnya saat alam bertindak di luar kendali?

Data Reuters (2026) mencatat petaka penerbangan ini memicu pembatalan lebih dari 1.500 penerbangan di delapan bandara utama, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan melumpuhkan perjalanan 170.000 penumpang. Ketika abu membumbung hingga ketinggian 50.000 kaki, kepanikan perlahan menjalar. Namun, akankah kita membiarkan kepanikan ini melumpuhkan roda kehidupan masyarakat?

Jerat Panic Buying dan Pertaruhan Kesehatan Publik

Setiap bencana selalu mengetuk pintu naluri manusia untuk bertahan hidup. Sayangnya, naluri tanpa panduan strategi sering kali berubah menjadi kepanikan massal (panic buying). Anjuran penggunaan masker untuk menangkal partikulat berbahaya PM2.5 dan PM10 secara mendadak menciptakan demand shock hebat.

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2024) saat erupsi Gunung Ruang membuktikan bahaya nyata ini: sedikitnya 529 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merebak hanya dalam kurun beberapa hari. Abu vulkanik bukan cuma persoalan gangguan jadwal penerbangan, melainkan ancaman langsung bagi paru-paru dan keselamatan masyarakat.

Seketika, harga masker di Kota Bogor melambung dari Rp15.000 menjadi Rp22.000 per boks, bahkan stoknya pupus di rak-rak minimarket Kabupaten Bogor hingga Tangerang Selatan. Fenomena ini terasa ironis. Di saat rakyat berjuang melindungi pernapasannya dari serbuan abu, mereka justru harus berhadapan dengan meroketnya harga alat pelindung diri.

Read Entire Article
Prestasi | | | |