loading...
Mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim mengaku lengah menghadapi resistensi terhadap perubahan yang dibawanya ke Kemendikbudristek. Foto/SindoNews
JAKARTA - Mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim mengaku lengah menghadapi resistensi terhadap perubahan yang dibawanya ke Kemendikbudristek. Hal inilah yang menurutnya membuat pihak-pihak lama terancam dan merasa dirugikan.
Nadiem menyampaikan itu saat membaca nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1/2025). Nadiem mulanya mengungkapkan selama 5 tahun dirinya menjabat Menteri sejumlah capaian mulai terlihat.
Nadiem menyinggung kap besar pendidikan mulai bergerak misalnya berkat akselerasi teknologi, 1 juta guru honorer bisa diangkat menjadi P3K dan mendapat nafkah yang layak, sertifikasi PPG untuk guru bisa lebih mudah diraih secara online hingga 2 juta guru mengunduh aplikasi Platform Merdeka Mengajar untuk melakukan pelatihan kurikulum mandiri gratis yang menghemat trilliunan anggaran pelatihan.
Baca juga: Nadiem Makarim Didakwa Rugikan Negara Rp2,1 Triliun
"Tapi beda tipis perbedaan antara idealisme dan kenaifan. Yang terbukti dari kasus ini adalah saya lengah untuk mengantisipasi akan adanya resistensi terhadap perubahan," ungkap Nadiem, Senin (5/1/2026).














































