Andalkan Nuklir dan EBT, Prancis-Spanyol Lebih Kebal Hadapi Krisis Energi

4 hours ago 3

loading...

IMF menilai Prancis dan Spanyol relatif lebih terlindungi dari dampak krisis energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah. FOTO/AP

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Prancis dan Spanyol relatif lebih terlindungi dari dampak krisis energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah. Ketahanan tersebut ditopang oleh bauran energi yang lebih beragam, terutama dominasi energi nuklir dan energi baru terbarukan (EBT).

"Prancis dan Spanyol relatif terlindungi oleh kapasitas nuklir dan energi terbarukan yang lebih besar," demikian pernyataan IMF dalam laporan terbarunya dikutip, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, China Beralih Impor Minyak dari AS

IMF mengungkapkan krisis energi global telah memperburuk prospek ekonomi sejumlah negara terutama di Eropa, akibat lonjakan harga energi dan gangguan pasokan. Dalam analisisnya, lembaga tersebut menyoroti ketimpangan ketahanan energi antarnegara di kawasan tersebut.

Negara seperti Italia dan Inggris dinilai lebih rentan karena ketergantungan tinggi terhadap pembangkit listrik berbahan bakar gas. Ketergantungan ini membuat kedua negara sangat sensitif terhadap lonjakan harga gas alam cair (LNG) di pasar global.

Krisis semakin diperparah oleh penutupan de facto Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperempat hingga sepertiga pasokan minyak dunia serta sekitar 20% LNG global. Kondisi ini memicu lonjakan tajam harga energi di berbagai kawasan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |