loading...
AS Kembangkan Baterai Nuklir Berdaya Tinggi. FOTO/DAILY
NEWS YORK - Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan AS (DARPA) sedang mengembangkan teknologi baterai nuklir generasi baru yang ditargetkan untuk dapat memberi daya pada perangkat portabel seperti laptop selama berbulan-bulan tanpa perlu diisi ulang.
Melalui program yang dikenal sebagai Rads to Watts, inisiatif ini bertujuan untuk mengubah radiasi nuklir langsung menjadi energi listrik dalam skala yang lebih besar melalui teknologi radiovoltaik, khususnya untuk penggunaan militer di medan operasi, lokasi terpencil, dan misi luar angkasa.
DARPA mengatakan kebutuhan tersebut muncul karena keterbatasan sistem baterai konvensional yang memerlukan pengisian daya berulang kali dalam situasi operasi lapangan yang tidak memiliki akses ke sumber daya listrik.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan baterai nuklir dengan kepadatan daya lebih dari 10 watt per kilogram (W/kg), yang hampir empat kali lipat dari sistem pembangkit daya radioisotop yang digunakan pada rover Perseverance dan Curiosity di Mars, yang menghasilkan sekitar 2,6 W/kg.
Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan teknologi energi yang berbasis di AS, Avalanche Energy, telah mendapatkan kontrak senilai US$5,2 juta (sekitar RM20,96 juta) untuk mengembangkan baterai solid-state yang mampu mengubah partikel alfa menjadi energi listrik, yang dikenal sebagai teknologi alfavoltaik.
Meskipun partikel alfa diklasifikasikan sebagai lebih berbahaya bagi manusia jika terpapar langsung, para ahli menjelaskan bahwa partikel alfa lebih mudah diblokir menggunakan perisai fisik daripada bentuk radiasi lainnya, sehingga lebih cocok untuk aplikasi tertutup dan kompak.

















































