loading...
Omar Artan, wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia, ditolak masuk Amerika Serikat dengan alasan terlibat organisasi teroris Al Shabaab. Foto/BBC
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak masuk wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia, Omar Artan. Alasannya, wasit FIFA tersebut terlibat organisasi teroris Al Shabaab.
BBC, mengutip sumber pemerintah AS, melaporkan pada Kamis (11/6/2026) bahwa setelah penyelidikan tambahan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP), ditemukan bahwa wasit Omar Artan memiliki informasi negatif, termasuk dugaan keterkaitan dengan tersangka teroris.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Keamanan Ekstra saat Laga Iran di Los Angeles
Dia dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk masuk ke AS berdasarkan undang-undang imigrasi dan kewarganegaraan. Sumber tersebut menambahkan, "Pemerintahan [Presiden Donald] Trump tidak akan mentoleransi ancaman keamanan apa pun yang menyusup ke AS. Masalah ini tidak lagi terbuka untuk diperdebatkan."
CBP melaporkan bahwa Artan dikaitkan dengan anggota kelompok teroris Al Shabaab di Somalia.
Sementara itu, Artan mengatakan kepada The New York Times: "Selama pemeriksaan imigrasi, saya ditanya, 'Apakah Anda terlibat dengan Al Shabaab?' Saya menjawab, "Saya tidak tahu apa-apa tentang kelompok itu."
Artan, yang terpilih sebagai Wasit Terbaik CAF Pria tahun lalu, seharusnya menjadi wasit Somalia pertama yang memimpin final Piala Dunia. Namun, setelah gagal melewati pemeriksaan imigrasi di Bandara Internasional Miami, dia diinterogasi oleh otoritas imigrasi selama 11 jam sebelum akhirnya kembali ke negara asalnya melalui Istanbul, Turki.


















































