loading...
Transjabodetabek D21 Universitas Indonesia-Lebak Bulus. Foto/Dzikry Subhanie
JAKARTA - Di tengah pembahasan penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek , Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tidak meminta pemerintah daerah penyangga ikut menanggung beban subsidi. Namun, ia berharap pemerintah setempat berkontribusi dengan melakukan pembangunan dan perbaikan halte.
"Ya kalau ada yang ingin membantu minimal halte-haltenyalah. Kan halte-haltenya misalnya sebagian kan juga tidak di DKI Jakarta. Kalau haltenya diperbaiki direnovasi akan sangat membantu karena yang memanfaatkan kalau di halte-halte yang akan mereka bangun atau mereka perbaiki itu adalah warga di mana tempat itu berada," kata Pramono ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
Menurut Pramono, perbaikan fasilitas halte di wilayah penyangga akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat yang menggunakan layanan Transjabodetabek setiap hari. "Ya pokoknya Jakarta memikirkan untuk semuanya," ujarnya.
Baca Juga: Tarif Transjabodetabek Hanya Rp3.500, Ternyata Ada Subsidi Rp11.500
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga meluruskan informasi yang berkembang terkait rencana kenaikan tarif Transjabodetabek. Ia menampik isu jika semua rute akan mengalami kenaikan tarif yang tinggi.


















































