loading...
Oman mengajukan proposal yang didukung sejumlah negara Teluk kepada Iran untuk menerapkan skema iuran sukarela bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. FOTO/Reuters
DUBAI - Oman mengajukan proposal yang didukung sejumlah negara Teluk kepada Iran untuk menerapkan skema iuran sukarela bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Usulan tersebut diharapkan menjadi jalan keluar untuk memulihkan kelancaran perdagangan global setelah jalur pelayaran strategis itu terganggu akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
"Dalam proposal Oman, Iran tidak akan memiliki kendali tunggal atas Selat Hormuz dan iuran bagi kapal yang melintas bersifat sukarela," kata seorang sumber dari kawasan Teluk dan seorang diplomat Barat yang mengetahui pembahasan tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Proposal tersebut muncul setelah Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20% perdagangan minyak dan gas mengalami gangguan akibat konflik dengan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Oman mengusulkan mekanisme pengelolaan bersama yang dinilai dapat meredakan ketegangan sekaligus menjaga kelancaran arus perdagangan internasional.
Menurut sumber tersebut, mekanisme yang diusulkan mengacu pada sistem di Selat Malaka, di mana Indonesia, Malaysia, dan Singapura meminta kontribusi sukarela dari kapal untuk mendukung keselamatan navigasi, perlindungan lingkungan, serta operasi pencarian dan penyelamatan. Seorang diplomat Barat juga menyebut skema itu serupa dengan kontribusi sukarela kompensasi emisi karbon yang ditawarkan kepada penumpang maskapai penerbangan.
















































