loading...
Bandara Internasional Mehrabad di Teheran, Iran, terbakar akibat serangan AS dan Israel pada Sabtu malam. Foto/Screenshot video Al Jazeera
TEHERAN - Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru terhadap Iran, dengan salah satunya memicu kebakaran hebat di bandara Teheran, Sabtu tengah malam. Gelombang serangan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu memperingatkan negara Islam itu akan dihantam sangat keras.
“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras! Area dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan untuk ditargetkan hingga saat ini sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan menyebabkan kematian, karena perilaku buruk Iran,” tulis Trump di Truth Social saat Operasi Epic Fury pasukan AS memasuki minggu kedua.
Baca Juga: Inggris Bersiap Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah, Perang Makin Panas
Beberapa jam setelah peringatan Trump, rekaman yang dibagikan di media sosial memperlihatkan bola api besar dan kepulan asap hitam yang membubung dari Bandara Internasional Mehrabad di Teheran yang merupakan markas besar maskapai penerbangan nasional Iran.
Sementara itu, Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone terhadap negara-negara tetangganya di Teluk yang menampung pasukan AS dan bersumpah tidak akan menyerah meskipun ada ancaman dari Trump untuk memperluas konflik.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Trump telah meremehkan kemampuan, tekad, dan niat Iran.


















































