Bangun Budaya Safety Riding, Edukasi Keselamatan Menyasar Generasi Muda

3 hours ago 3

loading...

Edukasi keselamatan berkendara sepeda motor dibahas dalam diskusi Safety Riding Short Movie Contest 2026 di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto/Ist

JAKARTA - Keselamatan berkendara masih menjadi persoalan yang kerap dianggap sepele di tengah tingginya penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi sehari-hari. Padahal, risiko kecelakaan di jalan masih tinggi dan perilaku pengendara menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keselamatan.

Korlantas Polri mencatat sepeda motor mendominasi kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas. Sepanjang 2024, lebih dari 200 ribu sepeda motor tercatat terlibat kecelakaan.

Baca juga: Bukan Sekadar Tarik Gas: Mengungkap Seni Bertahan Hidup di Aspal Jalanan Ibu Kota

Pada tahun yang sama, tercatat lebih dari 152 ribu kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia mencapai lebih dari 27 ribu orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya risiko keselamatan di jalan, dengan rata-rata korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas hampir setiap jam.

Risiko ini juga sangat relevan bagi kelompok usia muda. Data Korlantas menunjukkan kelompok usia 6–25 tahun yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa menyumbang porsi kecelakaan tertinggi, yakni 39,48%. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan kelompok usia 25–55 tahun yang mencapai 39,26%.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan berkendara aman sejak dini. Edukasi keselamatan juga perlu disampaikan melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian generasi muda agar pesan yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan saat berada di jalan.

Read Entire Article
Prestasi | | | |