Banjir Dahsyat Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 1.000 Orang, 500 Pekerja Terjebak di Terowongan

3 weeks ago 57

loading...

Tangkapan layar dari rekaman CCTV menunjukkan detik-detik banjir bandang dahsyat menerjang perbatasan Nepal-Tibet. Foto/ABC News

KATHMANDU - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal dan Tibet, China, telah mencapai lebih dari 1.000 orang pada Selasa (1/9/2026). Tim penyelamat masih berupaya menjangkau sejumlah wilayah yang terisolasi akibat bencana tersebut.

Badan penanggulangan bencana Nepal melaporkan 987 orang tewas, sementara 3.916 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 583 warga negara asing. Sementara itu, dalam pembaruan terakhir pada hari Minggu, otoritas China melaporkan 16 orang tewas dan 546 lainnya masih hilang.

Baca Juga: Rekayasa Manusia Dinilai Perparah Dampak Banjir Bandang di Nepal

Menurut otoritas Nepal, sedikitnya 11.814 orang telah berhasil dievakuasi hingga saat ini. Tim tanggap darurat menggunakan helikopter dan pesawat lainnya untuk menjangkau masyarakat yang terisolasi di wilayah yang jalan dan jembatannya hancur akibat banjir dan tanah longsor.

Bencana yang terjadi pada 26 Agustus itu bermula dari rangkaian peristiwa di kawasan Himalaya. Runtuhnya gletser membawa material batuan, es, dan air lelehan dalam jumlah besar ke lembah-lembah di bawahnya, yang kemudian memicu banjir dahsyat di wilayah hilir.

Para ilmuwan yang mempelajari citra satelit mengatakan keruntuhan tersebut tampaknya melibatkan runtuhnya batuan dasar di bawah sebuah gletser di kawasan Himalaya. Pergerakan batuan itu begitu kuat hingga tercatat sebagai peristiwa seismik berkekuatan magnitudo 5,2.

Read Entire Article
Prestasi | | | |