loading...
Banyak pengguna salah paham dikira memiliki fungsi setara GPS, nyatanya pelacak Bluetooth (smart tag) memiliki keterbatasan teknis yang membuatnya tidak bisa memperbarui lokasi secara real-time detik demi detik. Foto: ist
JAKARTA - Pelacak Bluetooth (smart tag) bukanlah GPS. Banyak orang salah kaprah, mengira alat sekecil koin seperti Apple AirTag atau Samsung Galaxy SmartTag2 bisa memantau posisi objek bergerak secara real-time detik demi detik.
Nyatanya, perangkat ini tidak memiliki chip GPS internal dan bekerja dengan cara yang sepenuhnya berbeda.
Pasar pelacak pintar global memang tumbuh masif karena efisiensi dayanya. Namun, konsumen berintentitas tinggi sering kali kecewa saat menyadari adanya jeda waktu (delay) pembaruan lokasi.
Keterbatasan teknis ini merupakan bentuk kompromi (trade-off) demi mempertahankan ukuran perangkat tetap mini dan baterai yang awet hingga hitungan tahun.
Cara Kerja Jaringan Crowdsourcing dan Kepadatan Perangkat
Saat pelacak berada di luar jangkauan Bluetooth langsung ponsel Anda—biasanya di atas 9 meter hingga 30 meter di dalam ruangan, atau 60 meter hingga 152 meter di area terbuka—ia akan beralih ke mode pencarian offline.
Tergantung Kepadatan Orang: Di area padat seperti bandara atau pusat kota, Apple AirTag memanfaatkan jaringan ratusan juta perangkat iOS (Find My) untuk memperbarui posisi setiap 1 hingga 2 menit.
















































